Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

JAGORAWI NEWS

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:35 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ACEH TENGGARA – Banjir susulan kembali menerjang permukiman warga di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Luapan air tidak hanya merendam badan Jalan Nasional, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air dengan ketinggian selutut orang dewasa menutupi badan jalan dan membawa material lumpur tebal. Kondisi diperparah oleh kendaraan truk yang menerobos genangan, sehingga gelombang air terdorong masuk ke rumah-rumah warga yang berada di pinggir jalan.

Peristiwa banjir tersebut terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026 malam, dipicu derasnya hujan di kawasan hulu. Ironisnya, menurut keterangan warga, banjir di desa tersebut kerap terjadi bahkan ketika wilayah desa sendiri tidak diguyur hujan. Pola banjir berulang ini mengindikasikan adanya persoalan serius pada sistem aliran sungai dan infrastruktur yang hingga kini dibiarkan tanpa penanganan tuntas.

Tokoh muda Desa Kuning I, Sahidi, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan di desanya yang rendah dan mengalami pendangkalan diduga menjadi penyebab utama luapan air tidak tertampung. Namun keluhan yang telah berulang kali disampaikan warga belum mendapat respons konkret dari instansi berwenang.

“Setiap datang hujan, desa kami selalu kebanjiran. Terkadang tidak hujan pun banjir. Air bahkan masuk ke rumah warga ketika truk melintas dan menerobos genangan di Jalan Nasional. Kami menduga kondisi jembatan di Desa Kuning I yang rendah dan mengalami pendangkalan turut memperparah luapan air. Namun, sampai saat ini belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan ini,” ujar Sahidi.

Kerasnya kritik warga bukan tanpa alasan. Banjir yang terus berulang bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan cerminan lemahnya perencanaan dan lambannya penanganan infrastruktur. Jalan Nasional yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi justru berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Warga menilai penanganan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara dan reaktif. Tidak ada kajian teknis yang transparan mengenai kapasitas sungai, kondisi jembatan, serta sistem drainase di kawasan tersebut. Akibatnya, masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung kerugian, sementara persoalan yang sama kembali terulang.

Berulangnya banjir di Desa Kuning I seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun langsung, melakukan evaluasi menyeluruh, dan menyampaikan rencana penanganan yang jelas, terukur, dan permanen. Bukan sekadar meninjau saat banjir datang, lalu menghilang ketika air surut.

Hingga kini, warga masih menunggu langkah nyata, bukan janji penanganan. Sebab jika kondisi jembatan dan pendangkalan sungai terus dibiarkan, banjir susulan hanya tinggal menunggu waktu untuk kembali merendam rumah warga dan Jalan Nasional. (*)

Berita Terkait

Diduga Intimidasi Petani Sawit dan Ancam Penumbangan Massal, Oknum Satgas TNGL Resahkan Warga Aceh Tenggara
GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA
Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu
Polisi Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Pria 60 Tahun dengan 11 Paket Sabu
Revitalisasi SDN 1 Biak Muli Tahun Anggaran 2026 Bernilai Lebih dari Rp1 Miliar, Dugaan Penyimpangan Material Bekas Harus Diusut
Keresahan Wali Murid SMAN 1 Lawe Alas Memuncak: Kepala Dinas Pendidikan Aceh Diminta Hentikan Praktik Pungli dan Kembalikan Hak Pendidikan Gratis
13 Paket Sabu Tersembunyi di Bawah Lantai Kedai, Dua Pria Diamankan Polres Aceh Tenggara
Sejumlah Kalangan Mendesak Aparat Penegak Hukum Bongkar Dugaan Setoran Fee Proyek Revitalisasi Sekolah SDN-SMP Negeri 2026 di Aceh Tenggara

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:16 WIB

GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Pria 60 Tahun dengan 11 Paket Sabu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Revitalisasi SDN 1 Biak Muli Tahun Anggaran 2026 Bernilai Lebih dari Rp1 Miliar, Dugaan Penyimpangan Material Bekas Harus Diusut

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Keresahan Wali Murid SMAN 1 Lawe Alas Memuncak: Kepala Dinas Pendidikan Aceh Diminta Hentikan Praktik Pungli dan Kembalikan Hak Pendidikan Gratis

Selasa, 29 September 2026 - 16:29 WIB

13 Paket Sabu Tersembunyi di Bawah Lantai Kedai, Dua Pria Diamankan Polres Aceh Tenggara

Kamis, 24 September 2026 - 19:28 WIB

Sejumlah Kalangan Mendesak Aparat Penegak Hukum Bongkar Dugaan Setoran Fee Proyek Revitalisasi Sekolah SDN-SMP Negeri 2026 di Aceh Tenggara

Berita Terbaru