Dairi – Seorang anak laki-laki berinisial AP, siswa kelas 1 SD di Dairi, Sumatera Utara, diduga menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka serius di sekujur tubuh. Peristiwa ini mencuat ke permukaan usai pengakuan AP terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Jumat (21/8/2026).
Dalam video yang diunggah melalui akun Facebook atas nama Yanti Misbah Saraan, AP menyampaikan bahwa dirinya mendapat perlakuan kekerasan di tempat tinggalnya. Ia menyebutkan sudah tidak tinggal bersama kedua orang tua, karena ayahnya, SP, sedang menjalani proses hukum, sementara ibunya telah pergi meninggalkan mereka sejak Januari 2026.
Postingan di media sosial itu juga memperlihatkan kondisi AP yang kini berada di RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan penelusuran di lapangan, AP dibawa ke instalasi gawat darurat RSUD Sidikalang oleh perwakilan Dinas Sosial, guru di sekolah, serta petugas dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Dairi.
Salah satu sumber dari lingkungan medis menyebutkan, hasil pemeriksaan menunjukkan AP mengalami sejumlah luka, di antaranya lecet pada tubuh, pembengkakan dan memar pada tangan, luka basah di bagian kepala, serta wajah dan bibir melepuh. “Dari pengakuannya, ia mendapat perlakuan kasar dari orang yang selama ini mengasuhnya, yakni RS,” kata sumber tersebut.
Camat Sidikalang, Mawardi Tumanggor, didampingi oleh Lurah Sidikalang, Kepala UPT PPA Dairi, serta Kepala Lingkungan setempat, melakukan penelusuran di lokasi dugaan penganiayaan, yaitu rumah di Jalan Merdeka, Sidikalang. Di rumah tersebut, AP dan adiknya selama ini diasuh RS setelah ayah kandung mereka tersandung kasus hukum dan ibu kandung mereka meninggalkan kedua anak tersebut tanpa kekerabatan darah dengan pengasuhnya.
Mawardi mengonfirmasi bahwa perempuan berinisial RS telah diamankan oleh Kepolisian Resor Dairi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Informasi yang diperoleh mengungkapkan, hubungan antara ibu kandung AP dan RS hanya sebatas persahabatan, tanpa ikatan keluarga.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahrial Ramadhan, juga membenarkan langkah kepolisian dalam mengamankan RS. Hingga kini, AP masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sidikalang, sementara proses hukum terhadap dugaan penganiayaan terus berjalan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian. (*)













