Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman

JAGORAWI NEWS

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 17:14 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pengamat Sosial dan Politik, Dedi Siregar, mengapresiasi langkah Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono dalam memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Dedi, kesiapan Kodam VI/Mulawarman mengerahkan sebanyak 5.448 personel untuk mendukung penanganan Karhutla di seluruh kabupaten/kota di Kaltim merupakan langkah taktis yang menunjukkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Ribuan personel yang disiapkan Kodam VI/Mulawarman merupakan langkah taktis dalam menangani Karhutla. Langkah ini tentu patut kita apresiasi karena penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan personel dan koordinasi yang kuat di lapangan,” kata Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pencegahan menjadi kunci. Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar. Deteksi dini dan patroli di wilayah rawan harus diperkuat sehingga potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” ujar Dedi.

Ia juga mengapresiasi rencana penyiapan posko terpadu hingga tingkat desa dan kelurahan untuk mendukung patroli rutin serta deteksi dini Karhutla.

Dedi menilai kesiapan ribuan personel menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat respons di lapangan, terutama ketika menghadapi kondisi Karhutla yang membutuhkan mobilisasi personel dan koordinasi lintas sektor.

“Setelah api berhasil dikendalikan, pekerjaan belum selesai. Harus ada rehabilitasi lahan dan ekosistem serta evaluasi agar penanganan berikutnya dapat dilakukan lebih baik dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” jelasnya.

Dedi menambahkan, keberhasilan penanganan Karhutla tidak hanya bergantung kepada satu institusi. Diperlukan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, serta masyarakat.

“Langkah-langkah strategi penanganan yang dipaparkan Pangdam VI/Mulawarman sangat kita apresiasi. Apalagi penanganan Karhutla dilakukan secara lintas lini bersama jajaran Polda Kaltim, Pemprov Kaltim, BPBD, Manggala Agni, sektor swasta, dan masyarakat,” tutur Dedi.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga penanganan Karhutla di Kalimantan Timur tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan pencegahan, kesiapsiagaan, perlindungan masyarakat, serta pemulihan lingkungan.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Karhutla adalah persoalan yang membutuhkan kerja kolektif, sehingga koordinasi dari tingkat provinsi sampai desa harus terus diperkuat,” pungkas Dedi Siregar.

Berita Terkait

Pelayanan Humanis Polri dalam Mengawal Penyampaian Aspirasi Masyarakat, guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
Diskusi Publik Payung Pemuda Demokrasi, Menyoroti Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan di Indonesia
PW GP AL WASHLIYAH DKI JAKARTA Apresiasi Kapolda Metro Jaya Buka Akses Pengaduan Langsung, Bukti Komitmen Polri Bersama Masyarakat
PW GPA DKI Jakarta Kian Solid, Rakerwil I Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Sinergi Pembangunan
Polres Cimahi Gagalkan Peredaran 150 Kg Tembakau Sintetis, Pengamat: Ratusan Ribu Jiwa Berhasil Diselamatkan
Arisan Piliang ke-55 Tetap Eksis Sebagai Pengikat Silaturahim Suku Piliang di Jabotabek
Aktivis Nasional : “Budi Arie Clear”, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Keterlibatannya dalam Kasus Judi Online

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:43 WIB

Novian Perkasa: Jangan Korbankan Masa Depan karena Emosi Sesaat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:14 WIB

DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Tutup Perjalanan Organisasi, Resmi Nyatakan Bubar

Berita Terbaru