BOGOR — Ketua DPD I Asosiasi Pengusaha Penyelenggara Makan Bergizi Indonesia (APPMBGI) Jawa Barat, Yanuar Ady Saputra, melakukan kunjungan kerja ke DPD II Kota Bogor. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda safari organisasi ke 27 kota dan kabupaten di seluruh Jawa Barat untuk memperkuat konsolidasi serta memantau kinerja kepengurusan di tingkat daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Yanuar mengapresiasi keaktifan dan pergerakan DPD II Kota Bogor yang dinilai sukses menjalankan berbagai program serta merangkul para pengelola dapur di wilayahnya.
”Pengorganisasian di Kota Bogor sangat bagus dan aktif. Program-program berjalan dengan baik dan anggotanya terus bertambah. Kami di DPD I Jawa Barat sangat mendukung, karena semakin bertumbuh massa di bawah, akan semakin solid dan kuat asosiasi kita,” ujar Yanuar.
Wadah Keluh Kesah dan Solusi Pengelola Dapur
Yanuar menjelaskan bahwa keberadaan APPMBGI sangat krusial di tengah berbagai dinamika yang dihadapi pengelola dapur dan pengusaha makanan saat ini, mulai dari kebijakan moratorium hingga pergantian regulasi. Asosiasi hadir sebagai wadah untuk menjembatani aspirasi anggota ke pemerintah pusat maupun badan teknis terkait.
”Banyak pengelola dapur bingung harus mengadu atau mencari solusi ke mana saat menghadapi masalah, baik itu dinamika dengan pihak yayasan, kepala SPPG, maupun warga setempat. Di sinilah APPMBGI hadir untuk memediasi dan mencari jalan keluar terbaik,” jelasnya.
Selain fungsi mediasi, APPMBGI Jawa Barat juga fokus memfasilitasi kebutuhan legalitas dan peningkatan kapasitas anggota. Beberapas program utama yang disiapkan meliputi:
• Fasilitasi Sertifikasi: Pendampingan pembuatan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), Sertifikasi Halal, HACCP, hingga BNSP.
• Bimbingan Teknis (Bimtek): Pelatihan berkala dan sosialisasi petunjuk teknis (juknis) terbaru agar pengelola dapur dapat menjalankan operasional sesuai standar.
Lanjutkan Safari ke 27 Kota/Kabupaten
Setelah menyambangi Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi, DPD I APPMBGI Jawa Barat dijadwalkan akan melanjutkan agenda safari ke wilayah lainnya, seperti Priangan Timur (Banjar, Ciamis, Tasikmalaya), Depok, Sukabumi, dan Cianjur.
”Target kami seluruh 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat akan dikunjungi. Ini penting agar kami di tingkat provinsi tahu persis kondisi dan kinerja rekan-rekan pengurus di daerah,” pungkas Yanuar.
















